Ristek Headline |
Sunday, April 20, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Friday, April 11, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Wednesday, July 22, 2009
Kendaraan Tempur Bawah Air Aseli Indonesia
Print PDF Facebook Twitter Email
Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA) Kopaska Angkatan LautĀ  sering di gunakan dalam tugasnya melaksanakan sabotase bawah air terhadap instalasi musuh. Dengan KTBA buatan Satuan Komando Pasukan Katak Koarmatim ini maka personel pasukan katak bergerak secara senyap, mudah dan cepat menuju sasaran untuk menghancurkan instalasi tersebut.

KTBA yang merupakan hasil inovasi kreatif dan konstruktif serta kerja keras Satuan Komando Pasukan Katak Koarmatim. KTBA merupakan ide dan hasil karya Komandan Satpaska Koarmatim Letkol Laut (E) M. Faisal.

Dasar pemikiran penciptaan.

KTBA berfungsi untuk meminimalkan faktor kesulitan yang tinggi yang diemban personel Kopaska saat menyelam dan berenang dengan jarak jauh menyusup ke daerah lawan dengan beban peralatan tempur yang cukup berat. KTBA yang panjangnya sekitar dua meter dan bobot 400 kg itu dilengkapi mesin pendorong Driver Propoltion Vehicle. Mesin itu biasa digunakan Kopaska, antara lain, sebagai alat pendorong waktu menyelam. Bentuknya memang mirip ikan hiu agar gerakannya lebih lincah.

Meski demikian, alat itu dapat digunakan di atas permukaan air dengan kecepatan tiga knot per jam dan juga bisa melaju di bawah permukaan dengan kecepatan empat knot per jam.

Untuk menjaga kerahasiaan, KTBA dilengkapi peralatan selam closed circuit sehingga tidak mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Selain itu, KTBA dibuat dari bahan fiber glass sehingga sulit terdeteksi oleh sonar yang digunakan kapal perang.

Komandan Kopaska Letkol Laut (E) M. Faisal yang menciptakan kendaraan "aneh" bersama lima orang anak buahnya itu mengaku awalnya hanya coba-coba. Dia mengombinasikan teknologi kapal selam dengan ilmu penyelaman yang telah dia kuasai. Bahannya pun dari barang bekas, yaitu DPV yang sudah tidak digunakan lagi oleh Kopaska.

Kelebihan KTBA ala Kopaska selain mampu menyusup pantai musuh di kedalaman yang dangkal juga mampu mengangkut personel serta bahan peledak yang cukup banyak. "Awalnya memang hanya coba-coba. Saya desain saat saya masih di Kopaska Koarmabar di Jakarta dan baru bisa diteruskan setelah menjadi komandan Kopaska Armatim," tutur alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) 1987 angkatan 32 tersebut.

Menurut ayah dua anak kelahiran Palembang yang suka utak-atik peralatan elektronik itu, uji coba KTBA tersebut ternyata mendapat perhatian KSAL. "Sejak dibuat enam bulan lalu, Kopaska saat ini mempunyai tujuh unit."

Dia mengakui, karya ciptaannya awalnya hanya diuji coba di kolam renang. Dari hasil uji coba, alat tersebut ternyata bisa digunakan untuk menyelam. Besar volume kantong udara depan dan belakang dibuat sesuai dengan volume udara di pelampung sehingga kendaraan itu bisa diparkir di dasar laut. (Jurnal Nasional, 22 Juli 2009/ humasristek)
 


Thursday, April 17, 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Wednesday, April 16, 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Tuesday, April 15, 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Monday, April 14, 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Friday, April 11, 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Thursday, April 10, 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
Tuesday, April 8, 2014
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Menaikkan Air dengan Air
Monday, April 7, 2014
Mikroba ‘Google’ Alumni UNSOED Menyulap Padang Pasir Jadi Lahan Pertanian
Friday, April 4, 2014
Dosen IBI Darmajaya CCTV Cerdas, Mampu Mengenali Wajah Dan Identitas Objek
Thursday, April 3, 2014
Kotak Pendingin Ikan Mahasiswa Pontianak Mampu Segarkan Ikan Hingga 16 Jam
[ Berita lainnya ]