Ristek Headline |
Kamis 23 Oktober 2014
 
 

IQE

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 16 Oktober 2014
Seminar Nasional Teknologi Sistem Pemantauan dan Pengawasan Batubara di Indonesia

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 15 Juni 2009
IPTEK VOICE : Pupuk Bioposka
Print PDF Facebook Twitter Email
IPTEK VOICE : Pupuk Bioposka. Usia Kebun Raya Bogor sudah memasuki usia 192 tahun, tapi keberadaannya harus tetap kita jaga dan tidak hanya sampai disitu saja tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi lingkungan di Kebun Raya Bogor.
Keistimewaan pupuk organik ini adalah murni dahan ranting, daun dan akar yang berguguran. Sampah ini difermentasi secara alami sehingga menghasilkan kompos bernilai tinggi. Dari 87 hektar luas Kebun Raya Bogor, berpotensi menghasilkan 4,6 juta ton pupuk organik tiap harinya, hasilnya dimanfaatkan kembali untuk penyuburan dan kelestarian Kebun Raya Bogor sendiri. Untuk itu, Siaran IPTEK VOICE, Jum'at , 12 Juni 2009 pukul 08.00 - 08.45 WIB mengulas Pupuk Bioposka, dengan narasumber Ir. Mustaid Siregar, M.Si,Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor ā€“ LIPI.
Mustaid menjelaskan Bioposka merupakan kompos organik Kebun Raya Bogor yang diolah dari sampah daun dan diproses secara biologis dengan menggunakan mikroba perombak dan selanjutnya ditambahkan mikroba pengaya (Azotobacter) yang berpotensi mengikat Nitrogen dari udara sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman secara optimal. Pengolahan Bioposka melalui beberapa tahapan yang meliputi penggilingan, fermentasi dan penyaringan pada kompos matang. Limbah daun yang berasal dari kebun dicacah dengan mesin penggiling agar menghasilkan bahan kompos yang berukuran kecil 0.2-0. 5 cm. Hasil cacahan difermentasi dengan menambahkan mikroba perombak untuk mempercepat laju dekomposisi bahan organik menjadi kompos. Teknologi pengomposan yang menggunakan bakteri tropik atau mikroorganisme perombak. Untuk menambah nutrisi kompos, ditambahkan pupuk kandang. Kompos yang telah matang kemudian disaring untuk mendapatkan bentuk yang homogen dengan menggunakan mesin pengayak. Pengemasan kompos matang dibagi dalam 3 kriteria yaitu kemasan 30 kg, 5 kg dan 3 kg. Ukuran kompos 30 kg dikemas menggunakan karung sedangkan untuk 5 dan 3 kg menggunakan plastik transparan dengan ketebalan tertentu. Logo Bioposka yang tercantum pada kemasan berwarna biru. Kualitas Bioposka dibagi dalam 2 kelas yaitu kualitas 1 memiliki tekstur kompos yang halus sedangkan kualitas 2 memiliki tekstur yang lebih kasar.

Sampah organik yang dihasilkan oleh Kebun Raya Bogor berkisar 35-50 ton/bulan, sedangkan sampah anorganik sebanyak 3-3.2 ton/bulan. Jumlahnya bervariasi tergantung musim. Sampah pada musim hujan lebih sedikit dibandingkan pada musim kemarau. Persentase sampah Kebun Raya menjadi kompos rata-rata adalah 85 %. Kapasitas produksi kompos Bioposka adalah 30-40 ton per bulan. Masih terbatas, karena jumlah sampah Kebun Raya juga terbatas. Bahan baku Bioposka hanya berasal dari sampah Kebun Raya, tidak dari sampah lain di luar Kebun Raya. Sayangnya sampai saat ini pupuk Bioposka ini hanya untuk kepentingan Kebun Raya Bogor, namun masyarakat luas bisa mengadaptasi sehingga manfaat pengolahan sampah untuk pelestarian tanaman bisa dirasakan oleh semua kalangan dan Kebun Raya Bogor juga menyediakan show room bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pupuk organik ini.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Selasa sampai Jumat pukul 08.00-08.45 WIB di Bahana 101.8 FM.

IPTEK VOICE "The Sound of Science". (adpdki)



Senin 20 Oktober 2014
Seminar Nasional Teknologi Sistem Pemantauan dan Pengawasan Batubara di Indonesia
Kamis 16 Oktober 2014
Rapat Kerja PP-IPTEK 2014: Peran Strategis PP-IPTEK Dalam Mewujudkan SDM Iptek yang Berdaya Saing
Kamis 16 Oktober 2014
RISET-PRO Targetkan Cetak Doktor Handal
Kamis 16 Oktober 2014
Workshop Inkubasi Bisnis Teknologi
Rabu 15 Oktober 2014
Peluncuran Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019
Selasa 14 Oktober 2014
Kotabaru Dicanangkan sebagai Kawasan PKN
Senin 13 Oktober 2014
Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengembangan Sel Punca dan Jaringan
Senin 13 Oktober 2014
PP-IPTEK Adakan Kontes Robot 2014
Senin 13 Oktober 2014
Soft Launching SIDa di Kabupaten Karanganyar
Jumat 10 Oktober 2014
Menristek Hadiri Rapat Pembina Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU)
[ Berita lainnya ]