Ristek Headline |
Thursday, April 24, 2014
 
 
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Tuesday, April 22, 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Tuesday, May 26, 2009
TOPIK : SELAMAT DATANG SIARAN TELEVISI DIGITAL
Print PDF Facebook Twitter Email
Di era digital ini, semua perangkat dan sistem pengiriman informasi sudah digital, kecuali sistem siaran televisi masih analog. Kedepan tidak terelakkan lagi sistem siaran televisi juga harus digital. Untuk lebih jelasnya, Bambang Heru Tjahjono, senior engineer bidang telekomunikasi dan broadcasting BPPT dan koordinator working group bidang teknologi peralatan Depkominfo , menyampaikan dalam program radio Kementerian Negara Riset dan Teknologi, IPTEK VOICE yang disiarkan oleh Bahana 101.8 FM, Selasa, 26 Mei 2009 pada pukul 08.00-08.45.
Bambang menjelaskan sistem siaran TV digital , saat ini hampir semua perangkat dan pengiriman informasi sudah digital, seperti kamera, handphone, semua sudah digital hanya sistem transmisi TV saja yang masih analog, ini sudah merupakan tuntutan perkembangan, semua sistem akan digital, dengan digital ini satu kanal analog diisi satu program dengan digital bisa diisi oleh 6 dengan kompresi mpeg 2 bahkan dengan teknologi lebih maju mpeg 4 bisa diisi 10 oleh program. Ini bisa untuk penghematan kanal frekuensi. Signal digital lebih stabil dan tidak bintik-bintik. TV di mobil, kalau bergerak maka kita tidak bisa menerima gambar dengan baik, sedangkan TV digital penerimaanya lebih stabil.

Bambang menambahkan dengan sinyal digital gambarnya lebih bersih dan halus. Digital itukan 0 dan 1, begitu sinyal jelek dia akan mati atau gambarnya berhenti kalau signal analog masih bisa tetapi ada bintik-bintik.

Kita memerlukan alat namanya set top box (decoder) fungsinya untuk merubah sinyal digital bisa diterima di alat tv analog, meski TV sekarang yang disebut digital tetapi sebenarnya tuner-nya masih analog. Kita menetapkan standar Eropa karena jangka panjang ekonomis dan murah harga decoder-nya karena royalti atau lisensinya sudah nol rupiah nilainya. Standar yang kita gunakan di kanal 22 ā€“ 48 UHF.

Fitur atau konten dalam TV digital ada yang interaktif dan ada yang tidak. Di era digital nanti ada kelebihannya, masyarakat bisa minta konten tertentu. Tetapi untuk menuju ke sana masih lama. Pada tahapan transisi (2008-20012) ada siaran simulcast atau dua pemancar analog dan digital agar penerima TV analog masih bisa menikmati siaran. Tahap ke dua 2013 sampai 2017 penghentian siaran analog di kota-kota besar dan Tahap ketiga tahun 2018 seluruh siaran analog dihentikan dan TV digital beroperasi penuh pada band IV dan V.

BPPT sudah diminta oleh Depkominfo untuk membantu dalam melakukan kajian-kajian untuk menentukan standar apa yang akan digunakan dari 2004, tetapi baru tahun 2007 melalui suatu peraturan menteri kita menetapkan standar DVB-T. Sejak tahun 2007 bersama dengan Kementerian Negara Ristek melaui program intensif riset , BPPT bersama industri dalam negeri, seperti PT LEN,Polytron dan PT INTI sudah menyiapkan spesifikasi-spesifikasinya.

Bahkan tahun 2008 lalu, BPPT dengan PT LEN membuat prototipe kita uji cobakan ke TVRI dan digunakan sebagai soft launching pertama bulan Agustus 2008. Kemudian tahun 2008-2009 ini, kami diminta oleh Depkominfo untuk working goup dimana tugasnya membuat spesifikasi teknik perangkat pemancar dan penerima decoder, koordinasi dengan perusahan-perusahaan elektronik dalam negeri untuk pembuatan decoder, menyusun langkah-langkah persiapan kedepannya dengan industri dalam negeri dan melakukan evaluasi set top box yang ada baik dari dalam maupun luar negeri serta memberikan rekomendasi set top box yang akan diproduksi di dalam negeri.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Selasa sampai Jumat pukul 08.00-08.45 WIB di Bahana 101.8 FM .

Simak IPTEK VOICE, Rabu, 26 Mei 2009, topik: Laboratorium Berjalan Uji Kereta Api, narasumber: Dr.Ronald Panggabean dan Dr.Syamsul Kamar, peneliti,BPPT.

IPTEK VOICE "The Sound of Science". (ap/adpdki)


Tuesday, April 22, 2014
PP-IPTEK Rayakan Ke-23 Tahun Eksistensinya Dalam Pembudayaan Iptek
Tuesday, April 22, 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK
Tuesday, April 22, 2014
Sosialisasi Kode Etik Penelitian di Universitas Jember
Tuesday, April 22, 2014
Free Access Jurnal Ilmiah Internasional bagi LPNK-RISTEK
Monday, April 21, 2014
Peningkatan Kapasitas SDM Iptek Melalui Program Jenesys 2.0
Wednesday, April 16, 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Wednesday, April 16, 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Monday, April 14, 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Tuesday, April 8, 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Tuesday, April 8, 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
[ Berita lainnya ]