Ristek Headline |
Rabu 01 Oktober 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 September 2014
Riset dan Teknologi untuk Menghadapi Perubahan Iklim di Indonesia

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Selasa 26 Mei 2009
TOPIK : SELAMAT DATANG SIARAN TELEVISI DIGITAL
Print PDF Facebook Twitter Email
Di era digital ini, semua perangkat dan sistem pengiriman informasi sudah digital, kecuali sistem siaran televisi masih analog. Kedepan tidak terelakkan lagi sistem siaran televisi juga harus digital. Untuk lebih jelasnya, Bambang Heru Tjahjono, senior engineer bidang telekomunikasi dan broadcasting BPPT dan koordinator working group bidang teknologi peralatan Depkominfo , menyampaikan dalam program radio Kementerian Negara Riset dan Teknologi, IPTEK VOICE yang disiarkan oleh Bahana 101.8 FM, Selasa, 26 Mei 2009 pada pukul 08.00-08.45.
Bambang menjelaskan sistem siaran TV digital , saat ini hampir semua perangkat dan pengiriman informasi sudah digital, seperti kamera, handphone, semua sudah digital hanya sistem transmisi TV saja yang masih analog, ini sudah merupakan tuntutan perkembangan, semua sistem akan digital, dengan digital ini satu kanal analog diisi satu program dengan digital bisa diisi oleh 6 dengan kompresi mpeg 2 bahkan dengan teknologi lebih maju mpeg 4 bisa diisi 10 oleh program. Ini bisa untuk penghematan kanal frekuensi. Signal digital lebih stabil dan tidak bintik-bintik. TV di mobil, kalau bergerak maka kita tidak bisa menerima gambar dengan baik, sedangkan TV digital penerimaanya lebih stabil.

Bambang menambahkan dengan sinyal digital gambarnya lebih bersih dan halus. Digital itukan 0 dan 1, begitu sinyal jelek dia akan mati atau gambarnya berhenti kalau signal analog masih bisa tetapi ada bintik-bintik.

Kita memerlukan alat namanya set top box (decoder) fungsinya untuk merubah sinyal digital bisa diterima di alat tv analog, meski TV sekarang yang disebut digital tetapi sebenarnya tuner-nya masih analog. Kita menetapkan standar Eropa karena jangka panjang ekonomis dan murah harga decoder-nya karena royalti atau lisensinya sudah nol rupiah nilainya. Standar yang kita gunakan di kanal 22 – 48 UHF.

Fitur atau konten dalam TV digital ada yang interaktif dan ada yang tidak. Di era digital nanti ada kelebihannya, masyarakat bisa minta konten tertentu. Tetapi untuk menuju ke sana masih lama. Pada tahapan transisi (2008-20012) ada siaran simulcast atau dua pemancar analog dan digital agar penerima TV analog masih bisa menikmati siaran. Tahap ke dua 2013 sampai 2017 penghentian siaran analog di kota-kota besar dan Tahap ketiga tahun 2018 seluruh siaran analog dihentikan dan TV digital beroperasi penuh pada band IV dan V.

BPPT sudah diminta oleh Depkominfo untuk membantu dalam melakukan kajian-kajian untuk menentukan standar apa yang akan digunakan dari 2004, tetapi baru tahun 2007 melalui suatu peraturan menteri kita menetapkan standar DVB-T. Sejak tahun 2007 bersama dengan Kementerian Negara Ristek melaui program intensif riset , BPPT bersama industri dalam negeri, seperti PT LEN,Polytron dan PT INTI sudah menyiapkan spesifikasi-spesifikasinya.

Bahkan tahun 2008 lalu, BPPT dengan PT LEN membuat prototipe kita uji cobakan ke TVRI dan digunakan sebagai soft launching pertama bulan Agustus 2008. Kemudian tahun 2008-2009 ini, kami diminta oleh Depkominfo untuk working goup dimana tugasnya membuat spesifikasi teknik perangkat pemancar dan penerima decoder, koordinasi dengan perusahan-perusahaan elektronik dalam negeri untuk pembuatan decoder, menyusun langkah-langkah persiapan kedepannya dengan industri dalam negeri dan melakukan evaluasi set top box yang ada baik dari dalam maupun luar negeri serta memberikan rekomendasi set top box yang akan diproduksi di dalam negeri.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Selasa sampai Jumat pukul 08.00-08.45 WIB di Bahana 101.8 FM .

Simak IPTEK VOICE, Rabu, 26 Mei 2009, topik: Laboratorium Berjalan Uji Kereta Api, narasumber: Dr.Ronald Panggabean dan Dr.Syamsul Kamar, peneliti,BPPT.

IPTEK VOICE "The Sound of Science". (ap/adpdki)


Selasa 30 September 2014
Menristek Buka Pameran Pendidikan dan Kreativitas Siswa
Selasa 30 September 2014
Menristek Beri Kuliah Perdana di Universitas Wiralodra
Jumat 26 September 2014
AKIP Kemenristek Dapatkan Nilai "B"
Sabtu 20 September 2014
Indonesia Chaired the 4th Meeting of the APEC Policy Partnership on Science, Technology and Innovation (APEC PPSTI-4)
Kamis 18 September 2014
Riset dan Teknologi untuk Menghadapi Perubahan Iklim di Indonesia
Kamis 18 September 2014
Penutupan Pelatihan Intermediasi Teknologi 2014
Rabu 17 September 2014
Penyelenggaraan Gelar Iptek di Mataram
Selasa 16 September 2014
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Eselon I
Senin 15 September 2014
KJSA 2014: Exploring the Brain for a Better Tomorrow
Minggu 14 September 2014
Ristek Kalbe Science Award 2014
[ Berita lainnya ]