Ristek Headline |
Wednesday, July 23, 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Thursday, December 5, 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Wednesday, July 16, 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Monday, November 3, 2008
IPTEK VOICE : PISTOL SERBU HASIL R&D TNI AD
Print PDF Facebook Twitter Email
TNI memiliki berbagai macam jenis senjata antara lain senapan serbu, pistol, pistol metalium sampai senapan mesin ringan yang perlengkapan prajurit standar, baik itu satuan infrantri, kaveleri dan lain sebagainya. Pistol sendiri merupakan senjata standar yang dimiliki prajurit TNI.

Siaran IPTEK VOICE hari Kamis, 30 Oktober 2008 pukul 16.30 – 17.00 WIB mengulas lebih banyak tentang pistol, khususnya pistol serbu dengan topik “Pistol Serbu Hasil R n D TNI Angkatan Darat” bersama Kolonel Kaveleri Rahananto selaku Kepala Sub Dinas Material Utama Dinas Litbang Angkatan Darat.

Rahananto menerangkan, pistol serbu merupakan pengembangan dari Dinas Penelitian Angkatan Darat kerja sama dengan PT Pindad sebagai industri senjata yang ada di Indonesia. Pistol yang digunakan oleh TNI secara standar adalah kaliber 9 milimeter dimana kemampuannya mencapai jarak 30 meter dan selama ini sifatnya hanya sarana komando. Dilatarbelakangi jarak tembak yang hanya 30 meter itulah kemudian dibuat pistol serbu yang memiliki jarak tembak sejauh 150 meter, sehingga dapat digunakan dalam pertempuran. Akan tetapi pistol serbu ini tetap tidak bisa menggantikan senjata utama yang memiliki daya tembak dan daya perusak melebihi pistol serbu ini.

Disain pistol serbu berawal pada tanggal 4 Agustus 2008, pistol serbu ini sudah diuji dan disertifikasi pada tanggal 4 September 2008. Proses desainnya relatif singkat karena mengacu pada pistol yang sudah ada, yakni pistol Pindad. Pistol serbu ini nantinya akan menggantikan pistol standar yang sudah ada.

Prinsip dasar kerja sama dengan pistol 9 milimeter adalah go back system. “Jadi istilahnya bekerja secara energi dari pistol pada saat meledak itu tentunya tendangan energi yang terjadi ke depan dan ke belakang. Kalau ke depan yang terbang proyektilnya dan yang ke belakang selongsongnya. Nah selongsong inilah yang terlempar keluar kemudian mendorong ke belakang lalu dibalikan oleh pegas dan dia akan berbalik ke depan sambil membawa amunisi”, jelas Rahananto.

Rahananto menjelaskan , pistol serbu secara basic, menggunakan basic pistol 9 mili yaitu P3 Pindad. Yang berubah adalah laras, dimana menggunakan laras SS yang dirancang ulang menjadi 5,56 kali 21 milimeter, artinya tinggi proyektil pistol SS caliber 5,56 milimeter itu sama dengan pistol 9 milimeter apapun di dunia sehingga tentunya magazine sama bisa digunakan. Hanya perbedaan untuk magazine itu di permukaan mulut magazine agak diperkecil karena ujungnya berbeda dengan 9 milimeter.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan  berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE langsung dari studio mini Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Gedung BPPT II lt.8, Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta setiap hari Selasa pukul 08.30-09.00 WIB dan Kamis pukul 16.30-17.00 WIB di RRI Pro2 FM Jakarta (105.0 FM).

IPTEK VOICE "The Sound of Science". (ap-db/adpdki)



Thursday, July 17, 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Monday, July 14, 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Tuesday, July 8, 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Monday, July 7, 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Monday, July 7, 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Friday, July 4, 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Friday, July 4, 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Thursday, July 3, 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Tuesday, July 1, 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Tuesday, July 1, 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]