Ristek Headline |
Rabu 02 September 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://www.ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 19 Agustus 2015
The 5th Steering Committee Meeting in The Field of Geothermal Energy

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
Info Pengadaan Barang Dan Jasa

surat

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 03 November 2008
IPTEK VOICE : PISTOL SERBU HASIL R&D TNI AD
Print PDF Facebook Twitter Email
TNI memiliki berbagai macam jenis senjata antara lain senapan serbu, pistol, pistol metalium sampai senapan mesin ringan yang perlengkapan prajurit standar, baik itu satuan infrantri, kaveleri dan lain sebagainya. Pistol sendiri merupakan senjata standar yang dimiliki prajurit TNI.

Siaran IPTEK VOICE hari Kamis, 30 Oktober 2008 pukul 16.30 – 17.00 WIB mengulas lebih banyak tentang pistol, khususnya pistol serbu dengan topik “Pistol Serbu Hasil R n D TNI Angkatan Darat” bersama Kolonel Kaveleri Rahananto selaku Kepala Sub Dinas Material Utama Dinas Litbang Angkatan Darat.

Rahananto menerangkan, pistol serbu merupakan pengembangan dari Dinas Penelitian Angkatan Darat kerja sama dengan PT Pindad sebagai industri senjata yang ada di Indonesia. Pistol yang digunakan oleh TNI secara standar adalah kaliber 9 milimeter dimana kemampuannya mencapai jarak 30 meter dan selama ini sifatnya hanya sarana komando. Dilatarbelakangi jarak tembak yang hanya 30 meter itulah kemudian dibuat pistol serbu yang memiliki jarak tembak sejauh 150 meter, sehingga dapat digunakan dalam pertempuran. Akan tetapi pistol serbu ini tetap tidak bisa menggantikan senjata utama yang memiliki daya tembak dan daya perusak melebihi pistol serbu ini.

Disain pistol serbu berawal pada tanggal 4 Agustus 2008, pistol serbu ini sudah diuji dan disertifikasi pada tanggal 4 September 2008. Proses desainnya relatif singkat karena mengacu pada pistol yang sudah ada, yakni pistol Pindad. Pistol serbu ini nantinya akan menggantikan pistol standar yang sudah ada.

Prinsip dasar kerja sama dengan pistol 9 milimeter adalah go back system. “Jadi istilahnya bekerja secara energi dari pistol pada saat meledak itu tentunya tendangan energi yang terjadi ke depan dan ke belakang. Kalau ke depan yang terbang proyektilnya dan yang ke belakang selongsongnya. Nah selongsong inilah yang terlempar keluar kemudian mendorong ke belakang lalu dibalikan oleh pegas dan dia akan berbalik ke depan sambil membawa amunisi”, jelas Rahananto.

Rahananto menjelaskan , pistol serbu secara basic, menggunakan basic pistol 9 mili yaitu P3 Pindad. Yang berubah adalah laras, dimana menggunakan laras SS yang dirancang ulang menjadi 5,56 kali 21 milimeter, artinya tinggi proyektil pistol SS caliber 5,56 milimeter itu sama dengan pistol 9 milimeter apapun di dunia sehingga tentunya magazine sama bisa digunakan. Hanya perbedaan untuk magazine itu di permukaan mulut magazine agak diperkecil karena ujungnya berbeda dengan 9 milimeter.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan  berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE langsung dari studio mini Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Gedung BPPT II lt.8, Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta setiap hari Selasa pukul 08.30-09.00 WIB dan Kamis pukul 16.30-17.00 WIB di RRI Pro2 FM Jakarta (105.0 FM).

IPTEK VOICE "The Sound of Science". (ap-db/adpdki)



Jumat 25 September 2015
Science Camp Nasional 2015
Sabtu 29 Agustus 2015
Indonesia Meraih Medali Emas dalam Asean Plus Three Junior Science Odyssey 2015
Sabtu 29 Agustus 2015
Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Lahirkan Para Intelektual Muda
Jumat 28 Agustus 2015
Menristekdikti: Saatnya Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian
Jumat 28 Agustus 2015
Pelantikan Eselon 2 Kemenristekdikti: Energi Baru di Lingkungan Kemenristekdikti
Kamis 27 Agustus 2015
Menristekdikti: Perbaikan yang Tepat Sasaran
Senin 24 Agustus 2015
Sekjen Kemenristekdikti : Mahasiswa UNSOED Harus Jadi Pemimpin Berkarakter Kebangsaan
Senin 24 Agustus 2015
Workshop and Exhibition SATREPS 2015
Senin 24 Agustus 2015
KKN Kebangsaan: Pengabdian dan Pemupukan Rasa Persatuan dan Cinta Tanah Air
Sabtu 22 Agustus 2015
Menristekdikti Kunjungi Kampus 2 UNIPA Sorong
[ Berita lainnya ]